05 November 2021

Xanthan Gum: Bubuk Pengental Penuh Manfaat

Xanthan gum berasal dari fermentasi bakteri baik tumbuh-tumbuhan, digunakan sebagai pengental, penstabil, dan pengemulsi makanan. Sifatnya mudah larut dalam air dan telah mendapat sertifikat Halal dari MUI.

by twenty20photos

Gambar oleh twenty20photos

 

“The soft-spoken words fell off the side of the bed, emptying to the floor like powder.”

- Markus Zusak, The Book Thief -

 

Xanthan Gum adalah salah satu bahan utama pengental makanan, stabilizer, dan emulsifier yang memiliki tekstur berbentuk bubuk dan telah digunakan sejak tahun 1950. 

Xanthan Gum berasal dari hasil fermentasi mikroorganisme patogen Xanthomonas campestris dalam tanaman kubis, kedelai, jagung, dan gandum yang mampu menghasilkan gula alami padat. Apabila ditambahkan alkohol, gula alami tersebut dapat dikeringkan dan diubah menjadi bubuk Xanthan Gum.

Senyawa Xanthan Gum memiliki molekul tinggi sehingga menghasilkan serat yang mudah larut dalam air. Memiliki konsentrasi rendah dan kadar pH yang seimbang pada berbagai suhu membuat senyawa ini cukup unik. Menurut Lessa et al. (2015), permintaan industri akan Xanthan Gum juga cukup tinggi, yakni sebesar 86.000 ton per tahunnya.

 

Penggunaan Xanthan Gum

Xanthan Gum banyak digunakan pada industri makanan, industri tekstil, industri farmasi, produk perawatan kulit, dan produk kecantikan. Adapun beberapa produk yang menggunakan Xanthan Gum sebagai pengental makanan utama, seperti permen karet, jeli, susu, margarin, yoghurt, makanan beku, roti, dan lainnya.

Selain itu, Xanthan Gum juga digunakan untuk menurunkan kadar gula darah dan kolesterol pada makanan bagi penderita diabetes. Umumnya, Xanthan Gum aman dikonsumsi hingga 13 hingga 15 gram per hari untuk menghindari perut kembung.

Penggunaan Xanthan Gum di industri tekstil untuk meningkatkan viskositas kain, meningkatkan kapilaritas kain (daya serap kain), menyatukan warna kain, dan menjaga warna tetap utuh serta tahan lama.

Produksi Xanthan Gum mahal karena menggunakan glukosa dan sukrosa sebagai sumber karbon. Untuk menghemat biaya produksi, beberapa perusahaan manufaktur menggunakan sisa-sisa limbah, seperti sirup jagung, molasses, limbah jus, dan lainnya sebagai sumber karbon.

 

Bahan Alternatif dan Sertifikasi

Xanthan Gum tidak dapat dikombinasikan dengan produk-produk yang menggunakan bahan CMC (Carboxymethyl cellulose). Ada beberapa bahan alternatif lain untuk menggantikan Xanthan Gum, seperti serat psyllium, biji chia, gelatin alami, gelatin buatan, biji rami, kentang, dan tepung jagung.

Produsen utama bahan pengental makanan ini berasal dari beberapa negara, seperti China, Austria, dan lainnya. Xanthan Gum telah disetujui sebagai bahan makanan yang aman dikonsumsi oleh Food and Administration (FDA), Amerika Serikat. Bahkan di Indonesia, food additive (bahan tambahan pangan) ini telah memiliki sertifikat Halal.***

---

Jangan lewatkan kesempatan terhubung langsung dengan jaringan bisnis bahan baku kelas dunia.  Cari tahu lebih lanjut tentang Xanthan Gum melalui konsultasi bersama ahli profesional Solubis dan mulailah membangun bisnis impian Anda.

---

Referensi:

Gustiani, S., Helmy, Q., Kasipah, C., & Novarini, E. (2017). PRODUKSI dan KARAKTERISASI GUM XANTHAN DARI AMPAS TAHU SEBAGAI PENGENTAL PADA PROSES TEKSTIL. Arena Tekstil, 32(2), 51-58.

Lessa, V. L., Lacerda, L. G., & Carvalho, M. A. (2015). Xanthan gum: Properties, production conditions, quality and economic perspective. Journal of Food and Nutrition Research, 54(3), 185-194.

RxList Internet Drug Index. (2021). Xanthan Gum. (Online). Link: https://www.rxlist.com/xanthan_gum/supplements.htm (Diakses: 26 Oktober 2021)